PENGERTIAN TURUNAN DAN SIFAT SIFATNYA BERSAMA CONTOH SOALNYA
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Pengertian Turunan
Turunan fungsi( diferensial ) adalah fungsi lain dari suatu fungsi sebelumnya, misalnya fungsi f menjadi f' yang mempunyai nilai tidak beraturan. Konsep turunan sebagai bagian utama dari kalkulus dipikirkan pada saat yang bersamaan oleh Sir Isaac Newton( 1642 – 1727 ), ahli matematikadan fisikabangsa Inggris dan Gottfried Wilhelm Leibniz( 1646 – 1716 ), ahli matematika bangsa Jerman. Turunan ( diferensial ) digunakan sebagai suatu alat untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam Geometri dan Mekanika.
Konsep turunan fungsi secara universal banyak sekali digunakan dalam bidang ekonomi untuk menghitung biayamarjinal, biaya total atau total penerimaan, dalam bidang biologi untuk menghitung laju pertumbuhan organisme, dalam bidang fisika untuk menghitung kepadatan kawat, dalam bidang kimia untuk menghitung laju pemisahan, dalam bidang geografi dan sosiologi untuk menghitung laju pertumbuhan penduduk dan masih banyak lagi.
Sir Isaac Newton(1642 - 1727), salah satu ahli yang mencetuskan penggunaan turunan pada bidang matematika.
Sifat Turunan
1. Jika f(x)=c dimana c adalah konstanta, maka turunannya adalahf′(x)=0
7. Jika f(x)=u(x)v(x) maka turunannya adalahf′(x)=u′(x)v(x)+u(x)v′(x)
Contoh:f(x)=x4x3Misalkan u(x)=x4 dan v(x)=x3, maka u′(x)=4x3 dan v′(x)=3x2, sehinggaf′(x)=(4x3)(x3)+(x4)(3x2)=4x6+3x6=7x6
8. Jika f(x)=v(x)u(x) maka turunannya adalahf′(x)=(v(x))2u′(x)v(x)−u(x)v′(x)
Contoh:f(x)=x3x4Misalkan u(x)=x4 dan v(x)=x3, maka u′(x)=4x3 dan v′(x)=3x2, sehinggaf′(x)=(x3)2(4x3)(x3)−(x4)(3x2)=x64x6−3x6=1
9. Jika f(x)=u(x)n maka turunannya adalahf′(x)=n(u(x))n−1u′(x)
Contoh:f(x)=(2x+x2)4Misalkan u(x)=2x+x2, sehingga u′(x)=2+2x, makaf′(x)=4(2x+x2)3(2+2x)
Sifat-sifat Turunan Logaritma Natural
f(x)f(x)=clogx=clogg(x)→→f′(x)=x1.clogef′(x)=g(x)g′(x).clogedimana e adalah bilangan euler yang nilainya adalah e=2,7182818.
Sifat-sifat Turunan Logaritma
f(x)f(x)f(x)f(x)f(x)f(x)=sinx=cosx=tanx=cotx=secx=cscx→→→→→→f′(x)=cosxf′(x)=−sinxf′(x)=sec2xf′(x)=−csc2xf′(x)=secx.tanxf′(x)=−cscx.cotxPerluasan Turunan Fungsi Trigonometrif(x)f(x)f(x)f(x)f(x)f(x)=sing(x)=cosg(x)=tang(x)=cotg(x)=secg(x)=cscg(x)→→→→→→f′(x)=g′(x).cosg(x)f′(x)=g′(x).−sing(x)f′(x)=g′(x).sec2g(x)f′(x)=g′(x).−csc2g(x)f′(x)=g′(x).secg(x).tang(x)f′(x)=g′(x).−cscg(x).cotg(x)
Contoh Soal
Soal Nomor 1 Apabila f(x)=x2−1x+1, maka f′(x)=⋯⋅ A. x−x−2 B. x+x−2 C. 2x+x−2+1 D. 2x−x−2+1 E. 2x+x−2
Pembahasan
Gunakan aturan turunan dasar. f(x)=x2−1x+1=x2−x−1+1f′(x)=2x2−1−(−1)x−1−1+0=2x+x−2 Jadi, hasil dari f′(x)=2x+x−2 (Jawaban E)
[collapse]
Soal Nomor 2 Jika g(x)=1x+x3−√2x, maka g′(x)=⋯⋅ A. −1x2+3x2−1√2x B. −x3+3x2+12√2x C. 1x2+x2−2 D. 1x2+3x2−2 E. 1x2+3x2+12√2x
Pembahasan
Gunakan aturan turunan dasar. g(x)=1x+x3−√2x=x−1+x3−√2x1/2g′(x)=−1x−1−1+3x3−1−√2⋅12x1/2−1=−x−2+3x2−12√2x−1/2=−1x2+3x2−√22√x=−1x2+3x2−1√2x∗ Catatan: ∗√22=1√2 Jadi, hasil dari g′(x)=−1x2+3x2−1√2x (Jawaban A)
[collapse]
Soal Nomor 3 Jika R(t)=t√t+1t√t, maka dR(t)dt sama dengan ⋯⋅ A. 32√t+32√t B. 32√t−32√t C. 32√t−32t2√t D. 23√t−1t2√t E. 32√t+1t2√t
Pembahasan
Diketahui R(t)=t√t+1t√t=t⋅t1/2+1t⋅t1/2=t3/2+t−3/2 Dengan menggunakan aturan dasar turunan, diperoleh dR(t)dt=32t3/2−1−32t−3/2−1=32t1/2−32t−5/2=32√t−32t2√t Jadi, hasil dari dR(t)dt=32√t−32t2√t (Jawaban C)
[collapse]
Soal Nomor 4 Turunan pertama dari f(x)=4x−3−6x adalah f′(x). Nilai dari f′(1) adalah ⋯⋅ A. −5 C. 4 E. 10 B. 2 D. 5
Pembahasan
Gunakan aturan turunan dasar untuk mencari turunan pertama dari fungsi f(x). f(x)=4x−3−6x=4(x−3u)−1−6x−1f′(x)=4(−1)(x−3)−2⋅1u′−6(−1)x−2=−4(x−3)2+6x2Substitusi x=1 dan kita akan peroleh f′(1)=−4((1)−3)2+6(1)2=−44+61=−1+6=5 Jadi, nilai dari f′(1)=5 (Jawaban D)
[collapse]
Soal Nomor 5 Turunan pertama dari H(x)=x2/3(4x−5) adalah ⋯⋅ A. 203√x23+1033√x B. 203√x23−1033√x C. 103√x3−2033√x D. −203√x23−1033√x E. 4x−533√x−43√x
Pembahasan
Diketahui H(x)=x2/3(4x−5)=4x2/3⋅x−5x2/3=4x5/3−5x2/3 Dengan menggunakan aturan dasar turunan, diperoleh H′(x)=4⋅53⋅x5/3−1−5⋅23⋅x2/3−1=203x2/3−103x−1/3=203√x23−1033√x Jadi, turunan pertama dari H(x) adalah 203√x23−1033√x (Jawaban B)
[collapse]
Soal Nomor 6 Diberikan f(r)=2r32−2r12. Nilai f′(1) sama dengan ⋯⋅ A. 0 C. 2 E. 5 B. 1 D. 4
Pembahasan
Diketahui f(r)=2r32−2r12. Dengan menggunakan aturan turunan dasar, turunan pertama fungsi f(r) adalah f′(r)=2⋅32r32−1−2⋅12r12−1=3r12−r−12=3√r−1r Untuk r=1, didapat f′(1)=3√1−11=3−1=2 (Jawaban C)
[collapse]
Soal Nomor 7 Diketahui y=13x3−32x2+2x−6. Nilai x yang membuat y′=0 adalah ⋯⋅ A. −1 atau 1 D. 1 atau 2 B. −1 atau 0 E. 1 atau 3 C. 0 atau 2
Pembahasan
Diketahui y=13x3−32x2+2x−6. Turunan pertama dari y adalah y′=13(3)x2−32(2)x+2−0=x2−3x+2 Misalkan y′=0, maka kita peroleh x2−3x+2=0(x−2)(x−1)=0x=2ataux=1 Jadi, nilai x yang membuat y′=0 adalah 1 atau 2. (Jawaban D)
[collapse]
Soal Nomor 8
Jika f(m)=4+4√m3+33√m2, maka nilai f′(1)=⋯⋅ A. 114 C. 74 E. 14 B. 94 D. 54
Pembahasan
Diketahui f(m)=4+4√m3+33√m2=4+m3/4+3m2/3 Turunan pertama dari f(m) adalah f′(m)=0+34m3/4−1+3⋅23m2/3−1=34m−1/4+2m−1/3=344√m+23√m Untuk m=1, diperoleh f′(1)=344√1+23√1=34+2=114 Jadi, nilai dari f′(1)=114 (Jawaban A)
[collapse]
Soal Nomor 9 Jika turunan pertama dari y=(x2+1)(x3−1) adalah y′=ax4+bx2+cx dengan a,b,c∈Z, maka nilai dari abc=⋯⋅ A. −60 C. 0 E. 60 B. −30 D. 30
Pembahasan
Diketahui y=(x2+1)(x3−1)=x5−x2+x3−1 Dengan menggunakan aturan dasar turunan, diperoleh y′=5x5−1−2x2−1+3x3−1−0=5x4−2x+3x2=5x4+3x2−2x Karena itu, kita peroleh a=5, b=3, dan c=−2. Catatan: Z menyatakan simbol untuk himpunan bilangan bulat. Jadi, abc=5(3)(−2)=−30 (Jawaban B)
[collapse]
Soal Nomor 10 Turunan pertama dari f(x)=x2(3x−1)3 adalah ⋯⋅ A. x(15x+2)(3x−1)2 B. x(15x−2)(3x−1)2 C. x(9x+2)(3x−1)2 D. x(18x+2)(3x−1)2 E. x(18x−2)(3x−1)2
Pembahasan
Diketahui f(x)=x2(3x−1)3. Gunakan aturan turunan dasar (terutama aturan hasil kali) dan aturan rantai. Misalkan u=x2⟹u′=2xv=(3x−1p)3⟹v′=3(3x−1)2(3p′)=9(3x−1)2Dengan aturan hasil kali dalam turunan, kita peroleh f′(x)=u′v+uv′=(2x)(3x−1)3+(x2)(9(3x−1)2)=(3x−1)2(2x(3x−1)+9x2)=(3x−1)2(6x2−2x+9x2)=(3x−1)2(15x2−2x)=x(15x−2)(3x−1)2 Jadi, turunan pertama dari f(x) adalah x(15x−2)(3x−1)2 (Jawaban B)
METODE PEMBUKTIAN MATEMATIKA KELAS 11 Anindyanari NP XI IPS 3 Pembuktian langsung, kontraposisi, kontradiksi, dan induksi akan dijelaskan dalam artikel ini dengan cara yang mudah melalui contoh di kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar. ----- Pembuktian Matematika ----- Albert Einstein, fisikawan terkemuka, pernah lho mempertanyakan kenapa ya teori matematika, yang padahal hanya berasal dari pikiran manusia semata, bukan dari pengalaman, bisa sangat sesuai dan berlaku untuk benda-benda di dunia nyata? Kalau kita ambil contoh misalnya fisika, fisika bisa diterima semua orang karena bisa disaksikan lewat eksperimen. Kalau matematika? Nah , teori matematika selalu bisa dibuktikan dan sesuai dengan logika, Squad. Logika dalam matematika? Pembuktian? Gimana tuh maksudnya? Logika dalam matematika bisa diingat kembali materinya di logika matematika: ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi . Kalau pembuktian, ada beberap...
Komentar
Posting Komentar